oleh : O. Sholihin
Dalam kehidupan sehari-hari saja, kita suka menjumpai hal-hal yang indah dan nikmat, yang rasanya sayang kalo dilewatkan begitu saja. Misalnya, ada produsen sebuah produk yang getol bikin promosi—dengan harapan konsumen bisa terpikat—selalu bikin penawaran khusus. Seperti menawarkan beragam diskon dan bonus bagi setiap orang yang membeli produk tertentu di bulan tertentu. Itu sebabnya, biasanya banyak orang yang mau memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya.
Boleh dibilang Ramadhan mirip-mirip begitu lah. Allah Swt. di bulan Ramadhan memberikan kesempatan kepada hamba-Nya untuk memanfaatkan nikmat dan indahnya Ramadhan. Maka sayang sekali kalo berlalu begitu saja tanpa ada aktivitas amal shaleh yang kita lakukan. Sebab, saat Ramadhan Allah memberikan “bonus” yang besar dalam ibadah kita. Abu Hurayrah mengatakan, bahwa Rasulllah saw. bersabda:
Apabila tiba bulan Ramadan, dibuka pintu-pintu Surga dan ditutup pintu-pintu Neraka serta syaitan-syaitan dibelenggu (HR Bukhari Muslim)
Maka sungguh aneh kalo ada kaum muslimin yang ogah-ogahan begitu datang Ramadhan. Yakinlah, dengan puasa bukan berarti kita tambah kurus dan menderita. Justru kita jadi sehat dan dapat pahala pula. Pokoknya, sayang deh kalo Ramadhan dibiarkan begitu saja tanpa diisi dengan aktivitas amal shaleh.
Nahan lapar, nahan nafsu
Emang sih, kalo disuruh nahan rasa lapar, kayaknya di antara kita banyak yang sanggup deh. Apalagi cuma sehari (sekitar 12 sampe 14 jam), para mahasiswa yang melakukan demo dengan mogok makan aja bisa tahan tiga sampe empat hari. Insya Allah kamu bakalan pada kuat deh. Hari-hari biasa aja tahan nggak makan seharian kan? Misalnya karena rasa laparnya “terobati” dengan main video game. Ada lho, yang main vidgim sampe lupa makan, lupa sholat, dan lupa diri. Jadi, dari sisi nahan untuk tidak memenuhi kebutuhan jasmani pada bisa dan kuat. Adik-adik kita aja yang masih SD kuat, kok.
Persoalannya, ternyata banyak yang gagal dalam menahan hawa nafsu. Bener lho. Udah banyak faktanya. Sekadar contoh, mulutnya emang puasa dari makan dan minum, tapi nggak puasa dari ngomongin kejelekan orang lain. Nah lho? Puasanya emang nggak batal, tapi pahalanya bisa berkurang karena ngomongin kejelekan orang alias ghibah atawa ngegosip. Wrkchk….
Rasulullah saw. bersabda: “Betapa banyak orang yang berpuasa, tapi mereka tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya itu kecuali lapar dan dahaga” (HR Ahmad)
Sobat muda muslim ada beberapa hal yang kayaknya perlu diperhatikan lagi dalam aktivitas puasa Ramadhan nanti. Paling nggak, ini sebagai rambu-rambu supaya kita selamat dalam perjalanan mengarungi Ramadhan ini. Nah, dalam urusan menahan lapar dan nafsu ini bisa disiasati dengan beragam aktivitas yang bisa menjaga puasa kita. Di antaranya adalah:
Pertama, jaga kondisi tubuh. Caranya? Olah raga adalah alternatif paling murah. Istirahat cukup. Tapi jangan kebanyakan lho. Mentang-mentang kalo puasa tidur juga ibadah, seharian tidur melulu. Ih, malu dong, masa udah bangkotan masih kayak anak kecil aja. Menjaga kondisi tubuh tentu tujuannya agar kita bisa sukses menjalani puasa tanpa kudu ada yang bolong-bolong. Emang sih, kalo sakit bisa diganti di hari lain di luar Ramadhan, tapi alangkah nikmatnya bila kita full puasa selama sebulan penuh (kecuali anak putri, yang kayaknya mesti nggak penuh puasanya, alasannya tahu sendiri kan? J)
Kedua, banyakin aktivitas amal sholeh. Werrrhh.. bukannya kalo banyak aktivitas malah capek, Mas? Begini sayang, aktivitas di sini adalah yang berkaitan dengan pelaksanaan amal baik kita; seperti getol tarawih berjamaah di masjid, tadarus al-Quran, bikin atau ikut acara sanlat, menghadiri kuliah shubuh, ceramah Ramadhan, seminar tentang kajian Islam. Wis, pokoke, banyak aktivitas yang kudu kita jalani. Dan pastikan, niatnya adalah dalam rangka mencari pahala. Jadi, pahala kita dari kegiatan lain bertambah dan puasa kita juga selamat karena banyak aktivitas. Lagian kalo diem aja, jarum jam kayaknya berjalan lambat banget. Tapi kalo ada kegiatan di luar, jadi nggak terasa. Eh, tahu-tahu udah mau buka lagi. Enak kan? Hanya saja, tenaga kamu juga jangan terkuras abis. Itu sebabnya, pagi-pagi olah raga kecil aja. Untuk menjaga stamina tubuh.
Ketiga, hindari perbuatan maksiat, baik yang terang-terangan maupun tersembunyi. Well, ini dia yang rada susah. Terus terang aja, untuk urusan nahan lapar, insya Allah kita kuat. Tapi bila harus nahan godaan hawa nafsu, kayaknya bagi sebagian teman remaja ada yang kesulitan. Tapi bukan berarti tanpa bisa diselesaikan lho. Insya Allah, asal kita mau berusaha pasti bisa.
Tapi, ya namanya juga manusia, tempatnya lupa dan salah. Adakalanya kita tanpa terasa atau bahkan sengaja berbuat maksiat. Biasanya nih, tanpa terasa—bisa juga karena ketidaktahuan kita—suka mencampur-adukan antara yang hak dan yang bathil. Pergi ke masjid sih emang getol, tapi pas yang lain khusyu sholat, eh doi malah asyik masyuk ama gebetannya. Oya, bukan hanya malam hari lho remaja yang melakukan maksiat secara “terselubung”, acara jalan-jalan selesai shalat shubuh pun jadi alternatif aktivitas yang bisa nyerempet-nyerempet dosa. Bener lho. Dan kayaknya udah pada mafhum deh, kalo banyak remaja yang jjs campur-baur antara yang laki dan perempuan. Aduh, bisa-bisa menguap deh pahala puasa kita. Bener sayang, mungkin sebagian di antara kamu nggak merasa kalo itu adalah peluang untuk berbuat dosa. Bayangin, kalo setiap hari sepanjang Ramadhan kita berbuat begitu, bisa-bisa puasa kita cuma dapat lapar dan dahaga saja. Naudzubillah min dzalik.
Oya, jangan salah lho, saat puasa kita juga terlarang untuk ngomongin yang jorok, keji, atau tercela. Kenapa? Bisa ngurangi pahala puasa kita, sayang. Kalo ada teman kamu yang nekat ngajakin kamu untuk ngegosip, berkata kotor, jorok dan keji misalnya, kamu jangan tergoda. Malah harusnya kamu nasihatin aja. Terus bilang bahwa kamu sedang puasa. Dan seharusnya saat kamu ngomong begitu doi paham, bahwa bila sedang puasa nggak boleh (terlarang) untuk melakukan itu. Abu Hurayrah mengatakan, bahwa Nabi saw. bersabda:
Apabila seseorang dari kamu sedang berpuasa pada suatu hari, janganlah berbicara tentang perkara yang keji dan kotor. Apabila dia dicaci maki atau diajak berkelahi oleh seseorang, hendaklah dia berkata: Sesungguhnya hari ini aku berpuasa, sesungguhnya hari ini aku berpuasa (HR Bukhari Muslim)
Keempat, hilangkan aktivitas yang miskin manfaat bagi puasa kita. Main gim seharian? Walah, meski aktivitas itu tergolong mubah alias boleh-boleh saja dilakukan, tapi kalo seharian gimana urusannya? Kawan, puasa bukan berarti menghambat aktivitas kita yang lain. Sehingga pengennya di rumah aja. Itu nggak bener, dan yang pasti bisa bikin Ramadhan nggak bermakna. Meski tujuan main gim atau main ludo, halma, monopoli, ular tangga, karambol, bakar petasan, dan jenis mainan lainnya adalah untuk menghilangkan kejenuhan, tapi bukan berarti seharian penuh dan setiap hari selama Ramadhan kita begitu. Wah, bisa-bisa Ramadhan nggak ada bedanya dengan bulan yang lain. Nggak nikmat dan nggak bermakna. Jangan sia-siakan “bulan bonus” dari Allah ini, kawan.
Sobat mudah muslim, fakta-fakta tersebut jelas-jelas bikin kacau-balau ibadah kita kan? Itu namanya udah melecehkan ibadah kita sayang, jangan sampe itu terulang kembali di bulan Ramadhan ini. Yang lalu, biarlah berlalu, sekarang kita buka lembaran baru. Jangan sampe puasa kita jadi sia-sia alias nggak ada nilainya. Cetet ya….
Nah, supaya Ramadhan tahun ini lebih bermakna, kita siapin segala bekal untuk terjun di medan yang penuh dengan pahala, sekaligus tantangan. Jangan sampe ada di antara kamu yang ogah atawa malas, apalagi uring-uringan saat Ramadhan tiba. Justru inilah kesempatan kita untuk memperbaiki kualitas amal kita, dan sekaligus memperbanyak amal shaleh. Siap?[]
Bagi Remaja: AGAR RAMADHAN LEBIH BERMAKNA
MEMILIH SEKOLAH YANG TEPAT UNTUK ANAK
Masalah baru timbul setelah anak-anak itu sekolah. Muncul keluhan-keluhan, misalnya pelajaran yang terlalu sulit, harus tambah les, guru-guru yang tidak cocok, dsb. Dalam kondisi seperti ini jarang orangtua berpikir untuk memindahkan anaknya ke sekolah lain. Tapi sudah kepalang tanggung, sebab sekolah sudah dimulai dan biaya sudah banyak yang dikeluarkan. Maka, ada baiknya para orangtua perlu memperhatikan beberapa hal berikut sebelum memutuskan ke mana si buah hati akan disekolahkan. Pilihlah sekolah yang bisa membuat anak Anda berkembang Banyak orangtua yang menyekolahkan anak-anak mereka ke sekolah “hebat” yakni sekolah-sekolah favorit yang sering memberikan pelajaran yang terlampau sulit. Padahal, kemampuan anak kita bukan di bidang pelajaran seperti matematika, fisika, dsb. Anak-anak kita justru berbakat di olah raga, musik, seni rupa, atau drama. Dengan memaksakan anak-anak itu untuk belajar di sekolah seperti itu, akan membuat mereka harus menanggung beban berat. Mengapa? Karena ia akan belajar dengan terpaksa dan tidak pernah menikmatinya.
Bukan berarti pelajaran-pelajaran seperti matematika itu tidak penting. Tapi tidak semua anak berbakat dalam hal itu, jika kita terus memaksakan anak kita untuk sekolah di tempat tersebut, bisa-bisa ia tidak bersemangat belajar. Dan, akhirnya tidak naik kelas. Ingatlah kemampuan anak itu berbeda-beda, sebagai orangtua kita tidak boleh memaksakan kehendak. Lain halnya jika anak Anda memang senang dengan mata pelajaran matematika, sesulit apa pun kelihatannya, ia mau berusaha. Sebaliknya, jangan pula memasukkannya ke sekolah yang tidak memberikan tantangan baru. Pilihlah sekolah dengan kurikulum yang sesuai kebutuhan Sekarang ini banyak sekolah yang tidak hanya menggunakan kurikulum nasional, tapi kurikulum internasional juga. Anda harus mengenali hal ini, ada 3 jenis sekolah yang ada di Indonesia. Ketiganya adalah sekolah nasional, sekolah nasional plus, dan sekolah internasional. Perbedaannya terletak pada kurikulum yang digunakan, sekolah nasional menggunakan kurikulum yang berlaku pada umumnya di Indonesia. Sekolah nasional plus pun tetap menggunakan kurikulum nasional tapi ada penekanan pada aspek tertentu misalkan jam pelajaran bahasa Inggris yang lebih banyak. Atau, ada tambahan bahasa Mandarin, dsb. Yang ketiga sekolah dengan kurikulum internasional. Sekolah seperti ini menggunakan kurikulum internasional melalui kerjasama dengan pihak luar negeri. Dari mana kita bisa mengetahui kurikulum apa yang digunakan di suatu sekolah, sederhana saja. Anda dapat melihat dari mata pelajaran. Sekolah dengan kurikulum internasional biasanya jumlah pelajarannya jauh lebih sedikit dan mereka menggunakan bahasa Inggris dalam pembelajaran. Lalu, apa pertimbangan kita ketika akan memasukan anak kita ke sekolah. Jika Anda memang merencanakan menyekolahkan anak Anda ke luar negeri, sekolah internasional lebih tepat, tapi jika tidak pilihlah sekolah nasional itu sudah lebih dari cukup.
Perhatikan keadaan para guru
Anda juga harus memperhatikan bagaimana guru-guru di sekolah yang Anda pilih. Sekolah yang baik memiliki prosentase jumlah guru tetap yang banyak dibandingkan guru honorernya sehingga mereka bisa fokus.
Angka keluar-masuk guru juga rendah, artinya banyak guru yang bertahan lama untuk bekerja di sekolah tersebut. Ada komposisi yang seimbang antara guru senior (tua) dan junior (muda), ini penting karena dalam suasana pembelajaran dalam kelas siswa akan melihat guru senior sebagai figur orangtua, sedangkan guru junior seringkali mereka memposisikannya sebagai kakak bagi mereka. Akibatnya, dalam upaya mewujuddkan lingkungan yang sehat, komposisi guru senior dan junior ini menjadi penting.
Jika mungkin, pilihlah juga sekolah yang sebagian besar gurunya telah memiliki akta/sertifikat mengajar atau yang memang berasal dari sekolah calon guru (IKIP/FKIP). Biasanya mereka lebih bisa diterima oleh siswa ketika mengajar.
Bagaimana waktu belajar di sekolahnya
Ada sekolah yang jam belajarnya dari pagi sampai siang (reguler). Tapi ada pula yang seharian penuh (full day school). Ada juga yang sekolahnya hari senin sampai jumat, sabtu libur atau diisi eskul. Alangkah lebih baiknya, jika Anda memilih sekolah yang tidak seharian penuh (reguler), karena anak-anak kita perlu juga bersosialisasi dengan komunitas lain bukan hanya sekolah misalnya dengan komunitas gereja, masyarakat, dsb. Termasuk juga membina hubungan erat dengan Anda.
Jika Anda tidak cukup sibuk dan memang seringkali ada di rumah, alangkah lebih baiknya jika Anda menyekolahkan anak Anda di sekolah reguler saja, kecuali Anda termasuk orangtua yang sibuk dan sering tidak ada di rumah, sehingga kesulitan memantau pergaulan anak Anda. Maka, pilihan sekolah full day school bisa jadi alternatif yang baik.
Pilihlah sekolah sesuai dengan kemampuan keuangan Anda
Jangan Anda memilih sekolah yang mahal karena Anda berpikir sekolah seperti itulah yang berkualitas, tapi kemampuan keuangan Anda tidak mendukung. Bayangkan jika Anda harus terus-terusan menunggak uang sekolah, ini akan menjadi beban untuk Anda dan juga anak Anda akan merasa malu untuk sekolah.
Perlu diingat, tidak semua sekolah mahal adalah sekolah yang berkualitas. Mahalnya uang sekolah di suatu sekolah biasanya bukan karena kualitas, tapi karena fasilitas yang anak-anak Anda terima. Misalnya disediakan snack, makan siang, ruangan kelas yang ber ac, dsb.
Pertimbangkan jarak dari rumah ke sekolah
Ini pun harus mendapatkan perhatian. Apakah jaraknya cukup jauh atau dekat. Apakah anak Anda ke sekolah menggunakan kendaraan sendiri atau kendaraan umum (bis kota, angkutan umum, dsb). Apakah jalan yang dilalui merupakan jalan yang macet atau tidak. Hal ini penting karena jika anak Anda sering datang terlambat ke sekolah, ini akan membuat anak Anda terkena teguran dari pihak sekolah.
Jarak yang terlalu jauh dari rumah ke sekolah bisa menguras energi. Ketika sampai di sekolah, anak Anda kecapaian akibatnya tidak bisa berkonsentrasi dalam menerima pelajaran.
Demikian beberapa hal yang bisa dipertimbangkan sebelum memutuskan memasukan anak Anda ke sekolah mana. Kiranya dapat menolong!
* Penulis, seorang praktisi pendidikan & dosen di STT KHARISMA Bandung.
Sumber: Bahana, Mei 2009
Mangga Baca Selengkapnya......
Tips Dan Trik Cara Belajar Yang Baik Untuk Ujian / Ulangan Pelajaran Sekolah
Belajar merupakan hal yang wajib dilakukan oleh para pelajar dan mahasiswa. Belajar pada umumnya dilakukan di sekolah ketika
jam pelajaran berlangsung dibimbing oleh Bapak atau Ibu Guru. Belajar yang baik juga dilakukan di rumah baik dengan maupun tanpa pr / pekerjaan rumah.
Belajar yang dilakukan secara terburu-buru akibat dikejar-kejar waktu memiliki dampak yang tidak baik.
Berikut ini adalah tips dan triks yang dapat menjadi masukan berharga dalam mempersiapkan diri dalam menghadapi ulangan atau ujian :
1. Belajar Kelompok
Belajar kelompok dapat menjadi kegiatan belajar menjadi lebih menyenangkan karena ditemani oleh teman dan berada di rumah sendiri sehingga dapat lebih santai. Namun sebaiknya tetap didampingi oleh orang dewasa seperti kakak, paman, bibi atau orang tua agar belajar tidak berubah menjadi bermain. Belajar kelompok ada baiknya mengajak teman yang pandai dan rajin belajar agar yang tidak pandai jadi ketularan pintar. Dalam belajar kelompok kegiatannya adalah membahas pelajaran yang belum dipahami oleh semua atau sebagian kelompok belajar baik yang sudah dijelaskan guru maupun belum dijelaskan guru.
2. Rajin Membuat Catatan Intisari Pelajaran
Bagian-bagian penting dari pelajaran sebaiknya dibuat catatan di kertas atau buku kecil yang dapat dibawa kemana-mana sehingga dapat dibaca di mana pun kita berada. Namun catatan tersebut jangan dijadikan media mencontek karena dapat merugikan kita sendiri.
3. Membuat Perencanaan Yang Baik
Untuk mencapai suatu tujuan biasanya diiringi oleh rencana yang baik. Oleh karena itu ada baiknya kita membuat rencana belajar dan rencana pencapaian nilai untuk mengetahui apakah kegiatan belajar yang kita lakukan telah maksimal atau perlu ditingkatkan. Sesuaikan target pencapaian dengan kemampuan yang kita miliki. Jangan menargetkan yang yang nomor satu jika saat ini kita masih di luar 10 besar di kelas. Buat rencana belajar yang diprioritaskan pada mata pelajaran yang lemah. Buatlah jadwal belajar yang baik.
4. Disiplin Dalam Belajar
Apabila kita telah membuat jadwal belajar maka harus dijalankan dengan baik. Contohnya seperti belajar tepat waktu dan serius tidak sambil main-main dengan konsentrasi penuh. Jika waktu makan, mandi, ibadah, dan sebagainya telah tiba maka jangan ditunda-tunda lagi. Lanjutkan belajar setelah melakukan kegiatan tersebut jika waktu belajar belum usai. Bermain dengan teman atau game dapat merusak konsentrasi belajar. Sebaiknya kegiatan bermain juga dijadwalkan dengan waktu yang cukup panjang namun tidak melelahkan jika dilakukan sebelum waktu belajar. Jika bermain video game sebaiknya pilih game yang mendidik dan tidak menimbulkan rasa penasaran yang tinggi ataupun rasa kekesalan yang tinggi jika kalah.
5. Menjadi Aktif Bertanya dan Ditanya
Jika ada hal yang belum jelas, maka tanyakan kepada guru, teman atau orang tua. Jika kita bertanya biasanya kita akan ingat jawabannya. Jika bertanya, bertanyalah secukupnya dan jangan bersifat menguji orang yang kita tanya. Tawarkanlah pada teman untuk bertanya kepada kita hal-hal yang belum dia pahami. Semakin banyak ditanya maka kita dapat semakin ingat dengan jawaban dan apabila kita juga tidak tahu jawaban yang benar, maka kita dapat membahasnya bersama-sama dengan teman. Selain itu
6. Belajar Dengan Serius dan Tekun
Ketika belajar di kelas dengarkan dan catat apa yang guru jelaskan. Catat yang penting karena bisa saja hal tersebut tidak ada di buku dan nanti akan keluar saat ulangan atau ujian. Ketika waktu luang baca kembali catatan yang telah dibuat tadi dan hapalkan sambil dimengerti. Jika kita sudah merasa mantap dengan suatu pelajaran maka ujilah diri sendiri dengan soal-soal. Setelah soal dikerjakan periksa jawaban dengan kunci jawaban. Pelajari kembali soal-soal yang salah dijawab.
7. Hindari Belajar Berlebihan
Jika waktu ujian atau ulangan sudah dekat biasanya kita akan panik jika belum siap. Jalan pintas yang sering dilakukan oleh pelajar yang belum siap adalah dengan belajar hingga larut malam / begadang atau membuat contekan. Sebaiknya ketika akan ujian tetap tidur tepat waktu karena jika bergadang semalaman akan membawa dampak yang buruk bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak.
8. Jujur Dalam Mengerjakan Ulangan Dan Ujian
Hindari mencontek ketika sedang mengerjakan soal ulangan atau ujian. Mencontek dapat membuat sifat kita curang dan pembohong. Kebohongan bagaimanapun juga tidak dapat ditutup-tutupi terus-menerus dan cenderung untuk melakukan kebohongan selanjutnya untuk menutupi kebohongan selanjutnya. Anggaplah dengan nyontek pasti akan ketahuan guru dan memiliki masa depan sebagai penjahat apabila kita melakukan kecurangan.
Semoga tips cara belajar yang benar ini dapat memberikan manfaat untuk kita semua, amin.
source: http://organisasi.org/
Aneka Resep Masakan Pilihan
Bahan :* 1 buah terong, potong
* 1 bh labu sayur, kupas, potong
* 1 gengam daun belinjo beserta buah dan bunga.
* 1 bh jagung manis, potong 2 cm
* 50 gr kacang tanah, bersihkan
* 4 lonjor kacang panjang, potong 3 cm
* 6 lonjor buncis, potng * 3 lbr kol, potong kotak
* 2 lbr daun salam
* 2cm lengkuas, memarkan
* 2 sdk makan asam
* 1 sdk teh gula merah
* 1 sdk teh terasi matang * garam
* 1 1/2 ltr air
Bumbu halus :
* 4 siung bawang putih
* 3 siung bawang merah
* 4 butir kemiri
* 5 buah cabe merah cara memasak :
* Rebus sayuran:
jagung, kacang, melinjo, bumbu halus, daun salam, cabe hijau, lengkuas, gula merah, terasi, asam.
* Aduk dan biarkan sampai empuk dengan api sedang
* masukkan terong, kacang panjang, buncis, kol dan garam.
* Didihkan hingga layu * Angkat dan sajikan
Resep Masakan Indonesia - Sate Sumatra
Bahan - Bahan : * 1 kg Daging ayam
* 1 butir kelapa, dibuat santan
* Tusuk Sate
Bumbu - bumbu :
* 15 biji cabe merah
* 6 biji bawang merah
* 1 sendok teh jintan
* 3 butir jintan manis
* 1 potong lengkuas
* 4 siung bawang putih
* 6 butir kemiri
* 2 helai daun jeruk purut
* 1 sendok makan ketumbargaram, jahe dan daun kunyit
Cara memasak :
* Daging dipotong besar - besar
* Semua bumbu digerus halus, kecuali daun jeruk purut dan daun kunyit
* Masukkan ke dalam panci yang berisi santan, begitu juga daging dan garam terus dimasak sampai kering airnya da lunak.
* Kemudian tusuklah dengan tusuk sate dan bakarlah dengan api sedang
source: http://www.resepmasakanku.com/